Jejak Budaya Tionghoa di Balik Ragam Lezat Kuliner Pontianak
Pontianak – Ada banyak ragam kuliner di Kalimantan, apalagi di Pontianak. Ibu kota Kalimantan Barat ini punya banyak ragam kuliner yang lezat, dipengaruhi oleh berbagai budaya.
Baca Juga: Jejak Budaya Tionghoa di Balik Ragam Lezat Kuliner Pontianak
Bisa dibilang mayoritas kuliner yang terkenal dari Pontianak, dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Sebut saja chai kue, ce hun tiau, lek tau suan, dan masih banyak lagi penganan yang merupakan wujud akulturasi budaya.
Pengaruh Budaya Tionghoa dalam Kuliner Pontianak
Disadur dari situs Pemerintah Kota Pontianak, penduduk kota berasal dari China, Melayu, Bugis, Jawa, Madura, dan lain sebagainya. Namun, penduduk dari China yang mendominasi.
Tidak heran hal tersebut mempengaruhi sbobet kuliner di Kota khatulistiwa ini. Akulturasi antar etnis yang terjadi di Pontianak menyebabkan kuliner-kuliner di kota ini punya variasi macam dan rasa yang unik.
Selain kulinernya, ada juga kopiitam di Pontianak. Ada kisah di balik menjamunya kopiitam legendaris milik masyarakat etnis China di Indonesia.
Kopitam dapat di katakan menjamur di Indonesia dan keberadaannya sudah ada sejak abad ke-20. Saat itu, mulai banyak kopiitam di Hindia Belanda, termasuk di daerah Pontianak dan Singkawang.
Penganan Kuliner Khas Pontianak yang Adaptasi dari Kuliner China
Selain athena168 pengaruh budaya china, di Pontianak sebetulnya juga banyak penduduk dari suku Dayak. Di Kalimantan barat, suku dayak biasa tinggal di pedalaman seperti kabupaten landak, bengkayang, sanggau, hingga sintang.
Oleh sebab itu, beberapa kuliner dayak pun bisa di temui di kota ini. Namun bisa dibilang, ragamnya tak lebih mendominasi daripada kuliner hasil akulturasi budaya dengan Tiongjhoa.
1. Mie Tiaw
Salah satu kuliner yang paling populer yaitu Mie Tiaw. Berupa judi resmi mie tepung beras lebar dengan aneka topping.
Toppingnya bia telur, daging sapi, bakso, hingga daging ayam. Mi Tiaw yang mirip seperti sajian kwetiaw ini juga bisa disajikan dengan digoreng kering maupun diguyur kuah.
2. Bubur Ikan
Selain itu ada jika bubur biasanya identik dengan daging ayam. Lain halnya dengan bubur khas Pontianak yang menggunakan ikan. Meskipun namanya bubur, sebenarnya kuliner masyarakat Tionghoa, Tiochu ini berbahan nasi yang dicampur daging ikan fillet dan disajikan bersama kuah pamas.
Sebagai perubahan cita rasa, ditambahkan kecap ikan, taburan irisan daun bawang, tumisan bawang putih, tumisan ikan kecap, dan tongcai. Sebelum disantap, kucurkan air jeruk nipis, kecap, sambal, atau taburkan potongan cabai rawit di atasnya.
3. Chai Kwe
Biasa disebut juga sebagai cihoipan yang berasal dari bahasa Hakka. ‘Choi’ artinya spaceman slot sayur dan ‘pan’ artinya kue. Jajanan yang satu ini mirip dumpling.
Kulitnya terbuat dari adonan tepung beras dan slot gacor hoki tepung sagu yang diuleni hingga kalis. Kulitnya tipis sehingga mudah robek. Untuk isiannya berupa sayuran tumis.
4. Lek Tau Suan
Lek tau suan merupakan jajanan akulturasi China di Pontianak yang mirip bubur kacang hijau, Namun, kacang hijau yang digunakan di sini kulitnya dikupas.
5. Ce Hun Tau
Tak hanya gurih saja, jajanan khas Pontianak yang manis ini mirip kolak campur dengan beragam isian. Yang jadi ciri khas adalah bongko berwarma hijau.